LANGKAH SUKSES PROGRAM HAMIL SECARA ALAMI

LANGKAH SUKSES PROGRAM HAMIL SECARA ALAMI

 LANGKAH SUKSES PROGRAM HAMIL SECARA ALAMI

1. Stop KB sejak dini

Hentikan menkonsumsi pil KB beberapa bulan sebelum Anda memulai program hamil. Hentikan juga semua jenis kontrasepsi hormonal (seperti KB suntik dan spiral).

Karena Anda mungkin telah mengkonsumsi kontrasepsi ini selama beberapa lama, tubuh Anda membutuhkan waktu hingga beberapa kali siklus menstruasi agar bisa mulai berovulasi secara teratur lagi dan siap untuk menerima kehamilan.

Setelah Anda bisa berovulasi dengan normal, Anda bisa melakukan langkah kedua.

2. Deteksi masa subur Anda

Tidak peduli seberapa sering Anda dan suami Anda berhubungan intim, jika Anda tidak melakukannya pada hari tersubur Anda, Anda tetap sulit untuk hamil.

Kesalahan terbesar wanita yang sulit hamil adalah mereka tidak tahu dengan pasti kapan mereka berovulasi.

Anda bisa menggunakan alat prediksi ovulasi.

Alat ini bekerja dengan mendeteksi lonjakan luteinizing hormone (LH) dalam urin Anda, yang mana peristiwa tersebut terjadi sekitar 36 sampai 48 jam sebelum Anda berovulasi.

Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui lebih awal kapan sel telur akan dilepaskan dari ovarium. Anda juga bisa menggunakan metode mengukur suhu basal tubuh Anda.

Tips: Untuk memprediksi kapan kira-kira anda berovulasi, kurangi 14 hari dari total durasi 1 siklus menstruasi Anda.

Baca: Cara Menghitung Masa Subur Wanita

3. Berhubungan intim sebelum Anda berovulasi

Sperma dapat bertahan hidup dalam rahim dan tuba fallopi selama dua sampai tiga hari.

Tetapi sel telur hanya bisa bertahan hidup selama 12 sampai 24 jam saja.

Jadi, dengan berhubungan intim sebelum Anda berovulasi, berarti kemungkinan besar akan ada sperma hidup di dalam rahim sedang menunggu, siap untuk membuahi sel telur segera setelah sel telur tersebut dilepaskan dari ovarium.

Untuk Anda yang durasi siklus menstruasinya selama 28 hari  (normalnya Anda berovulasi pada hari ke-14), inilah yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Mulailah berhubungan intim beberapa kali dalam seminggu, segera setelah Anda berhenti menstruasi. Dengan frekuensi berhubungan intim seperti itu, berarti Anda memastikan tidak akan melewatkan hari tersubur Anda, terutama jika panjang durasi siklus menstruasi Anda berubah-ubah dari bulan ke bulan.
  • Berhubungan intim setiap selang satu hari (dua hari sekali), dimulai sekitar hari ke-10 setelah selesai menstruasi.

 

4. Yang harus Anda lakukan saat berhubungan intim

Lakukan hal-hal berikut pada saat berhubungan intim:

  • Berbaring telentang setelah bercinta. Karena vagina secara alami condong ke bawah, maka berbaring telentang setelah berhubungan intim akan membantu sperma untuk tinggal dan tidak tumpah ke luar, sehingga mempermudah sperma untuk berenang menuju rahim. Perlukah mengangkat kaki? Sebenarnya tidak perlu, tapi juga tidak ada salahnya mencoba.
  • Berhubungan intim sebelum tidur. Meskipun beberapa penelitian mengatakan bahwa jumlah sperma terbanyak adalah di pagi hari, tapi itu tidak berarti bahwa waktu yang paling baik untuk berhubungan intim adalah di pagi hari. Semua waktu sama baiknya. Namun, berhubungan intim di malam hari sebelum tidur berarti kemungkinan besar Anda akan berbaring setelahnya, sehingga dengan demikian tidak banyak sperma yang tumpah ke luar.
  • Posisi misionaris. Meskipun tidak ada satu posisi berhubungan intim yang dianggap terbaik, posisi misionaris adalah posisi yang banyak disarankan sebab akan membuat Anda tetap berbaring telentang setelah hubungan intim berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *